Selasa, 24 Februari 2015

BUDIDAYA IKAN CUPANG

 alfaisbatubara.blogspot.com




Apa-apa saja yang diperlukan untuk membudidayakan ikan cupang:


  • Lahan kosong agar leluasa.
Ukuran lahan:
Minimal kira-kira 8mx4m untuk yang benar-benar serius berternak ikan cupang.

  • Tempat ikan berkembang biak; aquarium/ember beserta tutupnya.
Ukuran aquarium/tempat pemijahan:
Kira-kira 50cmx30cmx30cm jangan terlalu lebar dan terlalu sempit dan jangan terbuka lebih baik dalam keadaan gelap.

  • Air jernih bebas dari segala macam kandungan yang mengganggu kesehatan ikan.
  • Pakan
Pakan ikan cupang:
 -Cacing sutra 
 -Jentik/ugat-ugat
 -Antang
 -Kutu air (untuk anakan)
  • Sesuatu sebagai tempat persembunyian betina dan peletakan telur dari hasil pemijahan; daun ketepeng, daun kiambang, dll.
  • Sepasang ikan cupang; pejantan dan betina dalam keadaan fisik dan psikis yang baik.



Syarat pemijahan bagi pejantan dan betina:


Syarat pejantan:
  • Berusia kira-kira 3-4 bulan atau keadaan fisik pejantan baik seperti; berwarna cerah, lincah dan sehat.
  • Terlihat banyak buih yang dihasilkan pejantan.
    Syarat betina:
    • Berusia sekitar 2-3 bulan atau keadaan fisik betina baik seperti; perut bulat, terlihat bintik putih di antara dasinya dan sehat.



     alfaisbatubara.blogspot.com



    Langkah-langkah proses  pemijahan:


    • Sediakan tempat pemijahan, isi air hingga kedalaman setengah penuh
    • Pastikan pejantan dan betina dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat pemijahan.
    • Pejantan diadu secara tidak langsung dengan pejantan lain atau disandingkan di botol yang transparan yang terpisah dan saling berhadapan agar kondisi pejantan tetap dalam kondisi prima.
    • Setelah itu masukkan pejantan ke dalam tempat pemijahan yang telah disediakan.
    • Masukkan botol yang di dalamnya terdapat betina di sekitar tempat pemijahan yang sebelumnya terdapat pejantan, ini bertujuan agar mereka saling mengenal terlebih dahulu dan pejantan tidak bisa secara langsung menyakiti betina serta memberikan waktu kepada pejantan untuk membuat sarang terlebih dahulu sebelum kawin.
    • Pastikan pakan telah diletakkan di dalam tempat pemijahan dan juga di botol yang terdapat betina.
    • Masukkan pula 2 daun ketepeng maupun kiambang di dalam tempat pemijahan sebagai tempat peletakan telur dan persembunyian betina.
    • Tutup tempat pemijahan agar terlihat gelap dan bebas dari gangguan luar misalnya tiupan angin yang dapat mengganggu buih sebagai sarang peletakkan telur nantinya.
    • Tunggu satu hari dan lihat apakah terlihat banyak buih/sarang yang dibuat pejantan di sekitar pemijahan serta pejantan terlihat begitu lincahnya ketika melihat betina.
    Apabila tidak; pejantan terlihat tidak sehat dan tidak terdapat buih di sekitar tempat pemijahan maka lebih baik pejantannya diganti dengan yang lain.
    • Apabila iya, lepaskan betina masukkan ke dalam tempat pemijahan (akan terlihat pejantan maupun betina saling bertarung tetapi biarlah alam yang bekerja, itu sudah menjadi hakikat ikan cupang) dan tutup kembali tunggu satu hari dan lihat kembali apakah terlihat telur di sarangnya.
    Apabila tidak, dan terlihat betina maupun jantannya tidak sehat lebih baik di antara mereka atau keduanya diganti dengan yang lain.

    Apabila tidak, tetapi terlihat keduanya terlihat sehat maka biarkan saja tunggu dan lihat lagi keesokan harinya.
    • Apabila iya, terlihat telur di sarang angkat segera betina (apabila tidak dipisah, betinanya bisa saja memakan telurnya sendiri) pastikan proses pemijahan sudah selesai dan telur sudah dibuahi serta jantan terlihat sedang aktif menjaga telurnya sedangkan betina menjauh dan bersembunyi, tinggalkan saja pejantan sendiri menjaga telurnya.
    • Saat menetas tetap biarkan pejantan mejaga anakan yang baru menetas tersebut sampai pandai berenang, setelah anakan sudah pandai berenang atau kira-kira 3 hari angkat pejantan atau pejantan terlihat tidak sehat dan tidak sedang menjaga anakan.
    • Setelah hanya tinggal anakan di tempat pemijahan beri pakan kutu air, beri terus berhenti saat anakan terlihat sudah besar dan mampu memakan pakan yang lebih besar seperti cacing sutra, jentik dan antang.
    • Setelah sekitar 1 bulan terlihat anakan lincah berenang dan tempat di mana mereka berada terlihat sempit maka pindahkan ke tempat yang lebih luas agar ikan satu sama lain terhindar dari peraduan masal, saran untuk tempat pemijahannya selain ukurannya yang lebih luas juga sebisa mungkin membuat warna air terlihat gelap bisa dengan menggunakan daun ketepeng yang dimasukkan ke dalam airnya, daun ketepeng ini juga berfungsi sebagai obat bagi ikan yang sakit dan menaburkan berbagai daun di permukaan air seperti daun kiambang, eceng gondok, dll.
    • Dan setelah kira-kira 2 bulan ikannya sudah bisa dipisah, dimasukkan ke dalam botol masing-masing serta sudah bisa dipasarkan melalui agen-agen pemborong ikan maupun dipasarkan langsung secara eceran.

     alfaisbatubara.blogspot.com





    Catatan sekaligus saran:

    • Sebaiknya dalam pemilihan betina untuk dibudidayakan pilihlah yang belum pernah sama sekali kawin sebelumnya atau minimal hanya pernah sekali kawin kalau lebih dari itu anakannya nanti akan kebanyakan betina, itulah salah satu yang menjadi faktor penentu jenis kelamin anakan nantinya.
    • Untuk pejantan, pejantan bisa berkali-kali dibudidayakan segeralah mengobatinya setelah kawin dengan menggunakan daun ketepeng biarkan pejantan diasingkan beberapa hari sampai pulih kembali kalau tidak demikian apabila pejantan terus-menerus dikawinkan tanpa memperhatikan mood-nya ia akan jenuh dan walaupun ia bisa mempunyai telur tetapi ia bisa saja mengabaikannya bahkan bisa memakannya.



    Trims..

    2 komentar:

    1. Wah, ternyata begitu cara membudidayakan ikan cupang. Terima kasih atas informasinya! Hehehe.

      BalasHapus
      Balasan
      1. sama-sama Gan, satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan ikan cupang adalah kesungguhan hati dan tekad yang kuat serta bertawakal kepada Tuhan yang maha Esa

        Hapus