Di zaman yang serba canggih saat ini, kita telah mengenal banyak perangkat-perangkat elektronik yang kesehariannya menjadi alat mempermudah hidup kita. Tidak satu haripun kita pernah luput berinteraksi dengan salah satu dari mereka malah hal yang lumrah bagi seseorang untuk lebih aktif berinteraksi dengan mesin daripada bersosialisasi langsung dengan manusia lain, tapi tetap saja itu adalah hal yang salah. Sebaiknya mesin hanya menjadi alat untuk mempermudah hidup manusia bukannya untuk mengerjakan setiap kegiatan manusia.
Pernahkah kalian memahami atau sekedar tahu apa-apa saja yang membuat mesin itu bekerja.
Nah, kali ini saya akan menjelaskan apa-apa saja yang membentuk satu kesatuan terpadu yang kompleks di dalam setiap mesin berteknologi tinggi sehingga membuat mesin tersebut bekerja.
Benda-benda yang selalu ada di setiap mesin terutama pada mesin elektronika memiliki berbagai jenis, tipe dan ukuran yang berbeda-beda.
Jenis- jenis komponen:
-Komponen pasif
-Komponen aktif
- Komponen pasif adalah komponen yang hanya melewatkan sinyal tanpa menguatkan sinyal, mengarahkan sinyal serta mengubah suatu energi ke bentuk lain.
Contoh komponen pasif:
-Resistor
-Kapasitor
-Induktor, dll
- Komponen aktif adalah komponen yang tidak hanya melewatkan sinyal tetapi juga dapat menguatkan sinyal dan mengarahkan sinyal serta mengarahkan suatu energi ke bentuk lain.
Contoh komponen aktif:
-Dioda
-Transistor
-IC, dll
Macam komponen pasif dan pengertiannya
- Resistor: adalah komponen elektronika dengan dua elektroda yang berfungsi membatasi atau menghambat arus listrik.
- Kapasitor: adalah komponen elektronika dengan dua elektoda yang berfungsi menyimpan medan listrik, menghambat/mem-block arus DC atau meneruskan arus AC.
- Induktor: adalah komponen pasif yang berfungsi mengalirkan arus listrik DC atau menghambat arus AC.
Macam komponen aktif dan pengertiannya
- Dioda: adalah
komponen elektronika dengan dua elektroda yang berfungsi menyearahkan
sinyal listrik. Nama elektroda dioda disebut anoda dan katoda.
- Transistor: adalah komponen elektronika dengan tiga elektroda yang berfungsi sebagai saklar otomatis, penguat sinyal atau pengendali sinyal. Transistor memiliki tiga elekroda; basis, kolektor, emitor.
- IC (Integrated circuit): adalah komponen aktif dengan banyak elektroda dapat berjumlah tiga hingga ratusan elektroda. IC merupakan komponen yang kompleks terdiri dari kumpulan banyak komponen yang di dalamnya berupa komponen aktif maupun pasif. IC memiliki banyak fungsi diantaranya menjadi pusat pengendali/controller sistem unit rangkaian elektronika terpadu.
Sekianlah artikel saya.. Saya harapkan bagi pembaca untuk dapat lebih peka mengenai apa-apa saja yang mendasari suatu benda elektronik itu bekerja dan tidak hanya tahu bagaimana menggunakannya.
Alat-alat yang dibutuhkan:
- Solder (usahakan mempunyai kemampuan panas yang baik)
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Pasta solder (apabila perlu)
- Perangkat yang akan disolder; PCB
- Komponen elektronika; resistor, kapasitor, dioda, transistor, IC, dll
Langkah-langkah menyolder/memantri:
- Masukkan steker solder ke sumber tegangan PLN
- Pastikan solder diletakkan di tempat yang aman jauh dari kontak fisik dan benda-benda yang mudah terbakar kalau perlu gunakan tempat khusus peletakan solder yang tersedia di toko penjualan elektronik
- Pegang dan angkat solder menggunakan tangan yang aktif
- Dalam proses menyolder, pastikan fisik dalam keadaan baik
- Usahakan mungkin tangan tidak gemetar saat memegang solder
- Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah atur pernafasan sampai pikiran dan fisik merasa tenang
- Setelah itu ambil dan pegang timah dengan menggunakan tangan yang satunya lagi
- Terlebih dahulu cairkan timah dengan tujuan untuk mengetahui sudah panas atau tidaknya solder sakaligus membersihkan mata solder
Untuk membersihkan mata solder bisa juga menggunakan pasta solder caranya dengan mencelupkan mata solder ke pasta solder
- Setelah solder sudah dipastikan panas dan timah terlihat mencair dengan cepat
- Barulah lengketkan ujung mata solder ke kaki komponen sekaligus langsung memberikan seperlunya ujung timah dengan mencairkannya
- Setelah timah telah mencair menutupi lubang PCB dan mengenai kaki komponen yang disolder serta kaki komponen terlihat menempel kuat terhadap PCB bisa dikatakan hasil penyolderannya selesai
-Dalam mencairkan timah ke PCB yang perlu diperhatikan ukuran
timah yang dicairkan jangan terlalu banyak dan jangan terlalu
sedikit kalau tidak kaki komponen tidak akan kuat menempel pada
PCB
-Gunakan penyedot timah apabila timah yang disolder sebelumnya
berlebihan atau tidak sempurna
Perhatian!
- Dalam menyolder komponen aktif yang tidak memiliki kemampuan untuk tahan terhadap panas seperti transistor dan IC usahakan untuk tidak terlalu lama menyolder karena apabila panas yang diterima komponen melebihi kemampuan komponen
- Dalam merakit/memasangkan Komponen terkadang juga diperlukan tang runcing dan tang potong; tang potong berguna untuk memotong atau mengupas kabel/kaki komponen sedangkan tang runcing berguna sebagai alat untuk memegang kaki komponen karena pada saat menyolder kaki komponen akan panas
- Dan tentu juga dari semua itu keselamatan adalah hal yang terpenting. Alat yang bisa digunakan untuk keselamatan kerja ialah; sarung tangan khusus penyolderan untuk menghindari kontak langsung terhadap mata solder yang panas, masker khusus untuk menghindari keracunan udara bahan kimia hasil penyolderan dan kaca mata khusus penyolderan untuk menghindari loncatan/percikan yang dihasilkan saat penyolderan
Sekian..
Apa-apa saja yang diperlukan untuk membudidayakan ikan cupang:
- Lahan kosong agar leluasa.
Ukuran lahan:
Minimal kira-kira 8mx4m untuk yang benar-benar serius berternak ikan cupang.
- Tempat ikan berkembang biak; aquarium/ember beserta tutupnya.
Ukuran aquarium/tempat pemijahan:
Kira-kira 50cmx30cmx30cm jangan terlalu lebar dan terlalu sempit dan jangan terbuka lebih baik dalam keadaan gelap.
- Air jernih bebas dari segala macam kandungan yang mengganggu kesehatan ikan.
Pakan ikan cupang:
-Cacing sutra
-Jentik/ugat-ugat
-Antang
-Kutu air (untuk anakan)
- Sesuatu sebagai tempat persembunyian betina dan peletakan telur dari hasil pemijahan; daun ketepeng, daun kiambang, dll.
- Sepasang ikan cupang; pejantan dan betina dalam keadaan fisik dan psikis yang baik.
Syarat pemijahan bagi pejantan dan betina:
Syarat pejantan:
- Berusia kira-kira 3-4 bulan atau keadaan fisik pejantan baik seperti; berwarna cerah, lincah dan sehat.
- Terlihat banyak buih yang dihasilkan pejantan.
Syarat betina:
- Berusia sekitar 2-3 bulan atau keadaan fisik betina baik seperti; perut bulat, terlihat bintik putih di antara dasinya dan sehat.
Langkah-langkah proses pemijahan:
- Sediakan tempat pemijahan, isi air hingga kedalaman setengah penuh
- Pastikan pejantan dan betina dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat pemijahan.
- Pejantan diadu secara tidak langsung dengan pejantan lain atau disandingkan di botol yang transparan yang terpisah dan saling berhadapan agar kondisi pejantan tetap dalam kondisi prima.
- Setelah itu masukkan pejantan ke dalam tempat pemijahan yang telah disediakan.
- Masukkan botol yang di dalamnya terdapat betina di sekitar tempat pemijahan yang sebelumnya terdapat pejantan, ini bertujuan agar mereka saling mengenal terlebih dahulu dan pejantan tidak bisa secara langsung menyakiti betina serta memberikan waktu kepada pejantan untuk membuat sarang terlebih dahulu sebelum kawin.
- Pastikan pakan telah diletakkan di dalam tempat pemijahan dan juga di botol yang terdapat betina.
- Masukkan pula 2 daun ketepeng maupun kiambang di dalam tempat pemijahan sebagai tempat peletakan telur dan persembunyian betina.
- Tutup tempat pemijahan agar terlihat gelap dan bebas dari gangguan luar misalnya tiupan angin yang dapat mengganggu buih sebagai sarang peletakkan telur nantinya.
- Tunggu satu hari dan lihat apakah terlihat banyak buih/sarang yang dibuat pejantan di sekitar pemijahan serta pejantan terlihat begitu lincahnya ketika melihat betina.
Apabila tidak; pejantan terlihat tidak sehat dan tidak terdapat buih di sekitar tempat pemijahan maka lebih baik pejantannya diganti dengan yang lain.
- Apabila iya, lepaskan betina masukkan ke dalam tempat pemijahan (akan terlihat pejantan maupun betina saling bertarung tetapi biarlah alam yang bekerja, itu sudah menjadi hakikat ikan cupang) dan tutup kembali tunggu satu hari dan lihat kembali apakah terlihat telur di sarangnya.
Apabila tidak, dan terlihat betina maupun jantannya tidak sehat lebih baik di antara mereka atau keduanya diganti dengan yang lain.
Apabila tidak, tetapi terlihat keduanya terlihat sehat maka biarkan saja tunggu dan lihat lagi keesokan harinya.
- Apabila iya, terlihat telur di sarang angkat segera betina (apabila tidak dipisah, betinanya bisa saja memakan telurnya sendiri) pastikan proses pemijahan sudah selesai dan telur sudah dibuahi serta jantan terlihat sedang aktif menjaga telurnya sedangkan betina menjauh dan bersembunyi, tinggalkan saja pejantan sendiri menjaga telurnya.
- Saat menetas tetap biarkan pejantan mejaga anakan yang baru menetas tersebut sampai pandai berenang, setelah anakan sudah pandai berenang atau kira-kira 3 hari angkat pejantan atau pejantan terlihat tidak sehat dan tidak sedang menjaga anakan.
- Setelah hanya tinggal anakan di tempat pemijahan beri pakan kutu air, beri terus berhenti saat anakan terlihat sudah besar dan mampu memakan pakan yang lebih besar seperti cacing sutra, jentik dan antang.
- Setelah sekitar 1 bulan terlihat anakan lincah berenang dan tempat di mana mereka berada terlihat sempit maka pindahkan ke tempat yang lebih luas agar ikan satu sama lain terhindar dari peraduan masal, saran untuk tempat pemijahannya selain ukurannya yang lebih luas juga sebisa mungkin membuat warna air terlihat gelap bisa dengan menggunakan daun ketepeng yang dimasukkan ke dalam airnya, daun ketepeng ini juga berfungsi sebagai obat bagi ikan yang sakit dan menaburkan berbagai daun di permukaan air seperti daun kiambang, eceng gondok, dll.
- Dan setelah kira-kira 2 bulan ikannya sudah bisa dipisah, dimasukkan ke dalam botol masing-masing serta sudah bisa dipasarkan melalui agen-agen pemborong ikan maupun dipasarkan langsung secara eceran.
Catatan sekaligus saran:
- Sebaiknya dalam pemilihan betina untuk dibudidayakan pilihlah yang belum pernah sama sekali kawin sebelumnya atau minimal hanya pernah sekali kawin kalau lebih dari itu anakannya nanti akan kebanyakan betina, itulah salah satu yang menjadi faktor penentu jenis kelamin anakan nantinya.
- Untuk pejantan, pejantan bisa berkali-kali dibudidayakan segeralah mengobatinya setelah kawin dengan menggunakan daun ketepeng biarkan pejantan diasingkan beberapa hari sampai pulih kembali kalau tidak demikian apabila pejantan terus-menerus dikawinkan tanpa memperhatikan mood-nya ia akan jenuh dan walaupun ia bisa mempunyai telur tetapi ia bisa saja mengabaikannya bahkan bisa memakannya.
Trims..